Hey, apa kabar?!! Sudah lama tidak berjumpa ya? Ya, memang aku yang kabur kali ini. Maaf ya. Bukan, aku bukan kabur tanpa alasan, tapi aku kabur karena aku melancong bersama keluarga. Kemana? Ke Singapur :D . Bagi kamu yang doyan belanja, pasti Singapur bukanlah tempat yang asing. Ini adalah salah satu surga belanja para shoppers.

IMG_1708

Tapi kali ini tujuan kami pergi ke Singapur bukan karena mau belanja. Ini adalah murni family trip, dan ini adalah family trip pertama kami yang pesertanya lengkap: papa, mama, kakak dan kakak ipar, dan juga tentu saja aku. Kami semua berkelana di Singapur selama sekitar 4 hari. Lumayan, lah, untuk bikin kaki bengkak karena kami nyasar terus

IMG_0418

Di Singapur, kami menginap di Hotel Ibis Singapore on Bencoolen (bintang 3). Mana tuh ya, Bencoolen? Pusat kota, cing!! Jadi, Hotel Ibis  on Bencoolen ini tempatnya benar-benar strategis. Kita, orang Indonesia, yang doyan belanja-belanji ini, udah pas banget deh kalau menginap di sini. Soalnya dekat banget sama Bugis Junction, tempat belanja paling guede di Singapur sana.

IMG_9937

Nggak pakai capek lah, kalau jalan dari Ibis Hotel on Bencoolen ke Bugis Junction untuk belanja dan makan sampai gemetar. Kecuali kalau kamu nyasar seperti kami, itu pasti capek banget :D

Ibis Hotel on Bencoolen ini bentuknya simpel, minimalis dan praktis. Tampilannya sangat masa kini, pas banget buat kita yang dinamis (oke, aku cuma ngikutin rima saja). Hotel ini memang nggak terlalu besar, tapi apapun yang kita butuhkan, bisa kita dapat di sini. Salah satu hal yang aku puja dari hotel Ibis ini adalah tersedianya hair dryer. Hehe.. cemen banget, ya? Tapi nggak semua hotel punya hair dryer yang bisa ngeringin rambut dalam sekejap kaya Ibis punya ini. Jadi aku bisa keramas sesukaku, karena rambutku bisa langsung kering dalam 3 menit. Mantep!

hair

Omong-omong tentang makanan, di Singapur kami mencicipi banyak sekali makanan yang di Indonesia mungkin belum pernah ditemui. Yaa.. karena itu khasnya Singapur kali ya. Salah satu yang menyediakan makanan khasnya Singapur itu justru malah hotel Ibis.

Di hari kedua kami di Singapur, kami dijamu makan siang oleh pihak Ibis Hotel, di restoran Hotel Ibis, Taste.

IMG_0303

Nggak tanggung-tanggung, 17 dari 20 menu yang ada dimasak dan disajikan untuk kami. MasyAllah… Untung saja kami nggak cuma disuruh makan, tapi juga ditemani mas-mas ganteng :P , Operation Manager Hotel Ibis Singapore, Jean-Louis Barc yang juga ikutan makan bareng kami. Hurray!! :D

IMG_0589

Di Taste ini, semua makanannya tasty alias lezat. Secara refleks pasti deh, kita akan bilang “yum!“. Walaupun cuma punya 20 menu (yang menurutku kurang banyak ), rasa masakan Taste Restaurant yahud banget.

IMG_0302

Mulai dari chilli crab yang jadi andalan mereka, lalu ada pepper crab (FYI, makan kepiting di Singapur benar-benar nggak susah! Mereka sudah membuang cangkangnya, sehingga kita tinggal “hap” saja. Sllrp!), ada fish curry with roti prata, chicken rice, popiah, cuttlefish with kangkong, carrot cake, wok-fried beef, laksa, friend hokkien mie, assorted satay, nasi lemak, mee goreng, beef hor fun, wok-fried green, sweet & sour prawns, dan barbecue stingray. Nah loh, gimana nggak istighfar?

taste

Yang di atas itu versi rombongan, ini sebagian yang sendiri-sendiri

taste1

Masih bagus semua makanan ini dikeroyok tujuh orang, termasuk sang Operation Manager dan Betty. Jadi sesudahnya kami masih bisa sedikit bernafas, walau itu juga susah banget. My brother yang notabene tukang makan juga sampai syok melihatnya. Huehuauheuahehe

IMG_0617

Memang semua makanan yang disajikan bikin kami semua speechless. Cuma mas manager aja tuh yang banyak ngomong, kami udah nggak sanggup haha. Tadinya setelah makan siang kami berencana jalan-jalan, tapi terpaksa di-pending beberapa jam karena kami nggak mampu jalan. Kembali ke kamar hotelpun kami ngesot. :D

Beberapa makanan di Taste cukup bikin aku terkejut. Contohnya, dia punya carrot cake. Ya namanya aja carrot, pasti sudah terbayang ada wortel. Waktu diberitahu kalau itu namanya carrot cake, langsung aku incar untuk dicicipi pertama kali. Penasaran saja, wortel dibikin kue jadi kaya apa ya? Tapi.. lo kok warnanya putih? Setelah dibuka.. kok rasaya nggak ada wortelnya? Sehebat itukah mereka menyelundupkan rasa wortel? Ooohh.. ternyata memang carrot cake itu nggak ada wortelnya. Itu terbuat dari lobak putih (di Singapur dibilang white carrot ternyata) yang dicampur dengan potongan udang dan jamur, terus digoreng gitu. Di Singapur, carrot cake ini merupakan makanan sepanjang hari. Bebas mau dijadikan menu sarapan, makan siang, makan malam, maupun snack menjelang tidur. Ternyata nggak cuma aku yang ketipu, si Jean-Louis juga pernah ketipu sama carrot cake. Waktu pertama dia di Singapur (dia ini aslinya orang Prancis), dia minta carrot cake, dan kemudian ngeyel sama waiter-nya cafe karena warnanya nggak oranye. Haha.

Yang unik lagi adalah popiah. Bentuknya sama persis dengan lumpia Semarang. Hanya bedanya ini nggak digoreng. Tapi ternyata nggak cuma perkara digoreng atau tidak saja yang beda, isinya juga beda. Kita semua tahu kalau lumpia itu isinya rebung, udang, dan telur ayam. Sedangkan popiah ini isinya sayuran: selada air, kacang ditumbuk, dan ada sayuran apa lagi aku lupa :P . Tapi popiah isi sayur ini ternyata enak juga, dan seketika menjadi favorit papa :D

IMG_0607

Sate à la Taste ini juga tampilannya unik. Kita semua pasti sudah hafal dengan sate kan? Kita pasti memakannya pakai lontong, irisah bawang merah, irisan cabe, dan nggak lupa bumbu kacangnya. Satay versi Taste didesain unik, yaitu tiga tusuk sate, dan ada satu tusuk lain yang isinya irisan lontong, irisan bawang merah, dan irisan mentimun. Kemudian yang nggak kalah serunya, bumbu satenya ini dicampur dengan parutan nanas. Katanya dengan ditambah parutan nanas jadi lebih nikmat. Tapi sayang aku nggak bisa coba, karena aku alergi nanas.

taste2

Menu sarapan di Taste juga enak-enak. Khas bule hehe. Di sini, kamu nggak perlu takut bangun kesiangan untuk sarapan, karena Taste menyediakan sarapan sampai jam 12 siang. Dan juga, kalau misalnya kamu harus pulang ke Indonesia dengan pesawat pagi, kamu tetap bisa sarapan di hotel, karena mereka sudah menyediakan sarapan dari jam 4 pagi! Jadi jam sarapan mereka di hotel itu dari jam 4 pagi sampai jam 12 siang. Mantab!

Waktu kami menginap di sana, menu sarapan yang ada adalah bacon, chicken sausage, ketan digoreng, scrambled eggs, baked tomato (benaran ini enak banget!), makanan kukusan (seperti bakpau atau hakau), bubur, baso ikan. Belum lagi rotinya yang lengkap dengan selai dan pemanggangnya. Rotinya sendiri ada berbagai macam: roti tawar, hot dog bun, croissant, dan juga ada mini muffin. Masih ditambah sereal yang disertai tiga macam susu: susu kedelai, susu skim, dan susu full cream. Lalu buahnya. Ada stewed pear dan peach yang bisa dimakan dengan frozen yoghurt, dan potongan buah segar seperti melon, semangka, dan pepaya.

taste3

Tunggu! Masih belum selesai! Ada juga jus apel, jus nanas, dan jus jeruk. Air putih juga wajib ada :D dan juga minuman pagi lainnya seperti teh dan kopi. Rasanya kalau sudah sarapan di sini, kita nggak perlu lagi makan siang . Kenyang banget! Semua ini ditunjang dengan suasana restoran yang menyenangkan. Beberapa bagian ada yang benar-benar homey, ada yang didesain seperti bar, ada juga yang didesain seperti layaknya restoran. Dan kita… bebas memilih. :D

Un grand merci à l’équipe de l’Accor et Ibis Hotel on Bencoolen pour ces merveilleuses expériences, surtout à Jean-Louis et à Betty :D . Merci de nous avoir invité et de nous donner une chance à goûter des repas qui sont… magnifiques! Hope to see you again soon!! :D

Benar-benar nggak rugi menginap di Hotel Ibis on Bencoolen ini. Makanannya luar biasa semua. Rugi banget kalau nggak dicobain satu-satu sama rata. Persis sama seperti slogan restorannya, Taste’s about simply trying everything.