Mangut Rules
February 11th, 2010Did you know mangut? Mangut adalah salah satu makanan (yang ternyata khas Semarang) yang selalu jadi 10 besar di my meal list haha. Mangut terbuat dari ikan yang dibumbui santan. Ikannya bisa beraneka ragam, ikan tongkol asap, ikan pari, atau bahkan belut asap. Tapi aku hanya bisa mengkonsumsi mangut ikan tongkol karena aku nggak suka pari dan aku alergi belut (padahal suka T_T).
Jadi ceritanya, pagi ini, ketika aku baru saja sampai di Semarang (dari Bandung) jam 5 pagi, aku dan mama langsung pergi ke pasar pagi untuk belanja
Belanja subuh-subuh ini baru pertama kali kulakukan, dan ternyata menyenangkan sekali! Belum terlalu banyak orang, dan sayur, ikan, dan segala yang dijual masih super segar. Ikannya saja masih banyak yang egol-egol. Yang beli rata-rata adalah sesama penjual sayuran yang nantinya akan mereka jual lagi di daerah rumah mereka atau daerah rumah orang lain.. orang-orang yang bangunnya siang (seperti aku) tapi tetep keukeuh belanja di pasar :p
Di subuh tadi itulah aku membeli bahan-bahan untuk membuat mangut, yaitu
- 20 potong ikan tongkol asap
- 600ml santan encer
- 200 ml santan kental
- 2 papan petai
- 1 buah tomat, iris tipis
- cabe merah dan cabe hijau secukupnya, (kalau suka pedas, ya, dibanyakin aja hehe), iris serong. Sebagian cabe diulek.
- 5 siung bawang merah, iris tipis
- 4 siung bawang putih, iris tipis
- lengkuas
- daun salam
- garam
- merica
- gula pasir
Sebenarnya aku nggak cuma beli bahan mangut aja, tapi yang lain juga. Itu akan kuceritakan di “halaman” lain.
Nggak pikir panjang, sesampainya aku di rumah, langsung aku dan mama bekerja keras memasak mangut. Padahal biasanya ga pernah masak pagi-pagi buta gini haha.
Yang pertama harus dilakukan adalah memotong semua yang perlu dipotong:
potong serong si cabai, jangan lupa sisakan sedikit cabai merah untuk diulek
iris tipis bawang merah dan bawang putih
selanjutnya, panaskan 3 sdm minyak di wajn
tumis bawang dan cabai, kemudian masukkan juga cabai yang dihaluskan
beri sedikit air
Masukkan ikan tongkolnya, lalu masukkan garam, gula, dan merica, secukupnya.
Kemudian tambahkan santan, dan masukkan daun salam dan lengkuas yang digeprek.
Lalu masukkan irisan tomatnya dan petai.
Masak dalam api sedang dan biarkan mendidih sambil sesekali diaduk perlahan.
Dan kemudian dimakan dengan nasi panas. Nyam!!
Maaf yah, untuk episode kali ini nggak ada foto step by stepnya, soalnya tadi nggak sempat haha.












ga sempat apa ga ada photographer nya ni…? haha
bukan ngga ada fotografernya, tapi ga ada kamera yang canggihnya hihiii… Jadi ketagihan SLR nih