Musim penghujan tahun ini sama sekali ngga bisa ketebak kapan berhentinya. Kadang bisa panas banget, nanti tiba-tiba hujan banget.

masbar-logo

Gara-gara itu juga, waktu nonton tantangan MasBar bulan ini yang bertema bubur manis, aku jadi ngiler banget untuk bikin bubur sumsum. Tapi karena aku belum pernah sama sekali bikin bubur sumsum, maka aku mencontek abis-abisan resepnya Mba Mlandhing dari langsungenak. Tapi kinca yang kubuat bukan kinca durian seperti hobi kebanyakan orang (karena aku ga doyan durian), melainkan kuganti dengan alpukat. Kaya gini

ini dia

ini dia

Mau bikin bubur ini bener-bener butuh mood yang luar biasa. Soalnya, kalau lagi ngga hujan, aku sama sekali ngga kepingin lihat wujud bubur sumsum. Dan alhamdulillah akhirnya si hujan datang dengan derasnya. Langsung dengan terbirit-birit aku mengeluarkan semua bahan bubur sumsum. Bahan utamanya:

bahan utama

bahan utama

  • 150gr tepung beras
  • 300ml santan encer (aku pakai santan instan, tinggal tambah air aja)
  • sedikit garam

Dua kata kunci dalam pembuatan bubur sumsum adalah dimasak dan diaduk. Pokonya ngaduk terus!

Aturannya sih seharusnya didihkan dulu santannya sambil diaduk, baru kemudian masukkan sedikit demi sedikit tepung beras yang sudah diencerkan. Tapi aku melakukan sebuah revolusi baru haha.

Resize of IMG_7144

Aku mencampur santan dengan air matang suhu ruang, dan sekaligus mencampurkan tepung berasnya. Kuaduk rata tanpa dipanaskan.

Resize of IMG_7145

Lalu baru taruh di atas kompor, dimasak dengan api kecil, sambil terus diaduk sampai kental total.

Tuang ke mangkuk.

Lalu lalu lalu..

Bahan kedua disiapkan, yaitu bahan kinca (yang lupa dipotret haha):

  • 1/2 butir alpukat, potong kotak
  • 50gr gula merah, serut
  • 100ml air putih

Pertama-tama masukkan air dan parutan gula merah. Panaskan, aduk sampai larut. Kalau sudah jadi, baru dituangkan alpukatnya. Aduk sebentar, dan kemudian dituang di atas bubur sumsum. Jadi deh!

Sore yang hujan itu, aku menikmati bubur sumsum saus alpukat ditemani dengan segelas beras kencur. Ahay! Berasa di kampung halaman eyang :-)

Enjoy!