Udah pernah makan Teppanyaki? Aku udah dwong! *sombong* :-P

Teppanyaki adalah salah satu masakan yang berasal dari Jepang. Akar katanya dari teppan yang berarti plat besi, dan yaki yang berarti dipanggang, ditumis, atau digoreng. Teppanyaki bisa dibilang istimewa, karena apa? Karena nggak perlu repot-repot nyuci penggorengan berulang-ulang *pemalas*. Jadi, hanya dengan satu plat besi berukuran setebal 1,5cm itu, kita bisa memasak semuanya. Asik? Tentu!

Nah kemarin aku berkesempatan untuk mencicipi teppanyaki di Mayang Sari Asiatic Restaurant yang berada di Hotel Santika Premiere Semarang dan diservis langsung oleh sang koki yang sudah 10 tahun melanglang buana di berbagai hotel, Chef Muslimin.

chef Muslimin

Acara makan teppanyaki ini diawali dengan memesan minum haha. Kemudian, appetizer yang pertama datang adalah salad. Slrp! Saladnya segar dan dingin. :D

salad

Lalu disusul dengan sebuah sup hangat yang disebut kobachi.

Kobachi appetizer

Sebenarnya, arti kata kobachi adalah mangkuk kecil. Biasanya kobachi ini digunakan untuk menyajikan appetizer begini. Kobachi-ku kali ini berisi tofu dan jamur disertai kuah gurih.

Selama aku menikmati Kobachi, aku melihat Chef Muslimin sibuk utak-atik bahan masakan main course.

bahan main course

Dan nggak pake lama, beliau langsung masak di hadapanku :D Aku selalu suka dengan konsep koki memasak langsung di hadapan tamu. Seakan-akan aku ikut masak. Padahal enggak. :-P

main course konyaku

Yang ditumis oleh Chef Muslimin adalah jamur hioko, brokoli, konyaku (ini kaya jelly, tapi berbentuk dan berasa ikan), dan bawang bombay. Yang paling kunikmati tentu saja bawang bombaynya! Yum!

Main course konyaku

Seperti biasa, ketika aku makan, Chef Muslimin tumis menumis lagi. Kali ini seafood. Yeah! Give it to me, Chef! *halah*

seafood main course

Yang ini isinya udang, scallop, dan sakana alias ikan. Kembali lagi, ini semua ditumis di penggorengan yang sama.

Main course yang ketiga (dari lima! Hyakhyak) adalah tumisan daging. Nah ini nih.

main course daging

Ini. Ini dia nih yang spesial. Waktu chef Msulimin numis daging ini, beliau memutuskan untuk beraksi dengan cara memberinya sedikit minuman keras-embuh-apa, dan membakarnya. Kemudian

burned meat

bwooof! Apinya nyembur ke arah gue bok! Panasnya berasa sampe ke pipi T_________T yang aku takutkan adalah softlens-ku akan meleleh di dalam mata. Iiiiiikks. Tapi untungnya nggak papa sih :-P asapnya langsung hilang ditelan penghisap asap 2 detik setelah aku kabur dari kursi. Ahakhak.

Jadi setelah si tumisan dagingnya matang, aku nggak pakai mikir lama. Langsung aja kumakan dengan ganas. Balas dendam, ceritanya. *alesan*

Setelah itu pak koki menumis Moyashi Itame. Apakah ituuuuuu???

moyashi itame

Tumis tauge. Hehe. Hehehehe. Rasanya persis kaya tumisan tauge kita biasanya. Yang bikin beda adalah ini dimasak sama chef hotel. Jadi matengnya pas, rasanya pas, porsinya pas. :D

Dan ini dia main course ke lima.

Nasi goreng, tuips!

Nasi goreng, tuips!

Eits! Ngga keren dong nasi goreng. Kurang menjepang. Yakimesi, saudara-saudara. Ya-ki-me-si. Isi dari yakimesi ini adalah nasi *ya iyalah*, telur, wortel & mentimun yang diiris kecil, dan udang.

Ini nasi kok ditaruh di akhir episode gini ya?

Setelah aku pikir-pikir, disertai dengan sedikit survey dan penelitian XP ternyata itu bertujuan supaya kita bisa menikmati segala kenikmatan masakan dan tumisan. Kalau kita udah makan nasi duluan, kita kenyang duluan, yang akan berimbas buruk pada makanan sesudahnya. Bisa ngga doyan karena kenyang atau nggak menikmati.

Semua main course di atas tadi, ditumis dengan bumbu yang sangat simpel. Bawang putih cincang, garam, dan kecap jepang. Harusnya mah rasanya sama semua ya? Tapi kenyataannya nggak :D ada sedikit rasa manis di tumisan udang yang menandakan bahwa udangnya segar. Brokoli dan bawang bombay yang memiliki rasa dasar manis juga mengeluarkan rasa khasnya masing-masing. Enak banget!

Agak lama aku beristirahat setelah kekenyangan makan lima main course sebelum akhirnya Chef Muslimin mempersiapkan diri untuk membuat…. pancake di pelat besi panas yang sama. Hurray!

Pancake

Sebenernya mah udah kenyang banget. Tapi siapa yang bisa nolak pancake? Ya kan? Haha. Pancake sudah matang, sudah diletakkan ke piring. Lalu di atas pancake diberi es krim sesuai dengan pesanan masing-masin *aku minta vanilla, seperti biasa*.

Ternyata Chef Muslimin mau main bakar-bakaran lagi -__-; tapi aku udah antisipasi dong haha *tawa kemenangan*.

burned pancake

Bisa dilihat kursi ujung kanan itu kursi-ku. Udah kosong. Aku udah minggir :-P dan inilah pancake yang kupesan

Pancake dengan es krim bakar

Delicioso! Oh bukan. Oishii!!! \o/

Nggak. Nggak nyesel sama sekali icip teppanyaki di Mayang Sari Asiatic Restaurant ini. Dan bukan, yang punya bukan Mayang Sari yang fenomenal itu :-P yang punya adalah Santika Premiere Hotel Semarang.

Kamu bisa menikmati teppanyaki ini setiap hari pada jam makan malam (18.00-22.00 WIB) dengan harga Rp 200.000/pax yang isinya komplit, persis seperti yang aku makan (2 appetizer, 5 main course, 1 dessert). Nah, setiap dua bulan sekali, ada promo dari Hotel Santika, yaitu kamu bisa menikmati 3 makanan teppanyaki (terdiri dari satu appetizer, satu main course, dan satu dessert) dengan harga Rp 90.000 saja. Asik kan?

Paling asik kalau makan malam teppanyaki ini bersama keluarga, atau mungkin bersama sahabat, seperti yang aku dan sahabat-sahabatku lakukan.

foto

Pengen juga? Monggo!

Hotel Santika Premiere Semarang

Jl. Pandanaran 116-120 Semarang

Jawa Tengah

Telp : (024) 8413115

photo credit : Yudi